BERAPA HARGA ANAK KITA?

BERAPA HARGA ANAK KITA?
Salsabila Luthfianda Fadilah

Salsabila Luthfianda Fadilah

Sebuah tulisan sederhana yang menurut saya perlu untuk dijadikan perenungan, khususnya bagi saya pribadi & semoga bermanfaat untuk para pembaca tulisan ini.

Tulisan ini bukan hasil jerih payah, buah pikir apalagi hasil perenungan saya sekitar 4 tahun menjadi seorang Abah bagi anak pertama saya Almarhumah Shabrina Luthfianda Fadilah ~ yang kini begitu setia menanti kedatangan kami orang tuanya untuk bersama-sama berkumpul di padang mahsyar kelak.. (Insya Allah) ~ dan putri kedua saya Salsabila Luthfianda Fadilah. Karena tiap detik bersamanya adalah hal yang tak ternilai sehingga mungkin saya tidak menyadari bahwa mereka sangat bernilai bagi saya atau mungkin mereka yang merasa tak bernilai jika ada perilaku atau tutur kata saya selaku Abahnya yang tak sepantasnya saya lakukan.

Satu hal yang benar-benar saya sadari adalah mereka bukan milik saya, terutama setelah putri pertama saya memilih untuk dipelihara Allah dengan cara yang sudah digariskanNYA…

Tulisan ini ada hasil ketik ulang dari linimasa akun sosial media seorang teman di Surabaya, Mbakchin thanks for share..

(Sebuah renungan)

Berapa harga anakmu? Bingung pasti.. Karena nilai anak tak bisa diukur dengan materi, tak ternilai…! Tapi benarkah anak itu tak ternilai?

Kadang atau mungkin seringkali anak bernilai sangat rendah di mata orangtua. Kadang dia lebih rendah dari sebuah guci kristal. Ketika guci itu pecah tanpa sengaja, maka rasa marah kemudian memecahkan perasaan anak, merendahkan nilai anak… Guci lebih berharga saat itu…!

Kadang dia lebih rendah nilainya dari sebuah mangkok atau piring, yang jika pecah, suara kemudian meninggi memecahkan hati sang anak. Atau lebih rendah dari semangkok sayur yang tertumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu Ibu di dapur. Mata yang melotot terasa lebih pantas walaupun harus menumpahkan air mata sang anak…

Atau lebih rendah dari sebuah mobil baru yang jika tergores, maka goresannya dianggap lebih berbahaya ketimbang goresan luka di hati sang anak. Kadang anak juga lebih rendah nilainya dibanding facebook dan nonton ketimbang mendengarkan cerita anaknya di sekolah.

Kadang anak lebih rendah nilainya dari handphone… “gak boleh, nanti rusak…” kekhawatiran HP rusak lebih besar dibanding kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak.

Berapa nilai anak bagi kita? Adalah sejauh keikhlasan kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya..

Adalah sejauh kemampuan kita menempatkan harga dirinya jauh diatas benda-benda mati yang kita miliki. Benda itu tidak akan menolong kita di yaumil akhir. Sementara anak, adalah investasi kita dihadapan Allah. Dia yang akan memperpanjang usia historis kita dengan doa dan amal sholih yang kita ajarkan dan dia melakukannya..

Ya Allah.. jika ada keburukan akhlak kami ketika membesarkannya.. hilangkanlah dari ingatan anak-anak kami, hilangkan jejak-jejak keburukan dari tangan, mata atau mulut kami. Kami hanya penitipan, sesungguhnya Engkau akan mengambil titipanMU..

~Abu Yusuf Marzuki Al-Kotabumiy, diambil dari WA Forum Berbagi Faidah~

 

Diketik ulang di OFK 225..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *