Petualangan ke Wahana #OnSiteWahana #PageOne

Petualangan ke Wahana #OnSiteWahana #PageOne

13 September 2012, disinilah petualangan itu dimulai. Memang bukan petualangan yang sebenar-benarnya bertualang ala backpacker atau ala pencinta alam. Petualangan yang terjadi karena tuntutan pekerjaan. Yup, karena harus memberikan training ke sejumlah staff di site Wahana, maka saya ditugaskan kesana.

Wahana merupakan areal tambang batubara. Wahana Coal Mine Project – Satui. Berlokasi di jalan propinsi KM 165, Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Untuk sampai di daerah ini menempuh rute yang cukup panjang. Dari Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin (Banjar Baru tepatnya), saya telah dijemput oleh driver khusus perusahaan, lalu menempuh perjalanan lebih kurang 4 jam untuk tiba di Wahana.

Tujuan pertama setelah tiba di site Wahana, driver mengantarkan saya ke tempat menginap selama 3 minggu ke depan. Mereka biasa menyebutnya camp. Terdiri dari rumah-rumah layaknya bungalow kecil di pinggir area tambang. Cukup luas areanya, rumah-rumah tersebut dibuat dari kayu-kayu hutan. Sebagai visitor, saya ditempatkan di 1 kamar tersendiri. Sementara menurut petugas disana, untuk level karyawan tertentu ada yang ditempatkan 1 kamar untuk 2 – 4 orang.

Ditempatkan di kamar SJ3. Sebuah kamar yang dilengkapi dengan fasilitas springbed, lemari pakaian, lemari buku, meja & kursi kerja, ac, tv, kulkas, dispenser, kamar mandi yang dilengkapi dengan shower air panas & air dingin, cukup lengkap untuk fasilitas pribadi di tempat seperti ini. Fasilitas lain seperti ruang makan, driving range ala kadarnya, ruang fitness, lapangan basket, meja bilyar pun tersedia di camp ini.

14 September 2012. Setelah beristirahat yang kurang nyaman, karena mungkin harus menyesuaikan dengan lingkungan baru, tepat jam 4.40 alarm berbunyi. Ritme kehidupan di site tambang pun dimulai. Sudah harus berada di ruang makan untuk sarapan pagi jam 5.30, selanjutnya menempuh perjalanan singkat sekitar 10 menit untuk tiba di office. Jam kerja dimulai dari jam 6.00 pagi, sampai jam 18.00 sore hari. Ya, 12 jam kerja. Meskipun saya di office, tapi harus mengikuti jam kerja operasional tambang.

Batubara disini ditambang selama 24 jam sehari, 365 hari setahun. Hanya istirahat 1 jam di siang hari, 1 jam di malam hari. Alat berat untuk tambang atau yang biasa disebut ‘unit’ tidak boleh istirahat lama, karena berarti perusahaan membayar ‘orang tidur’. Tragis, tapi itulah kenyataannya. Belum lagi lahan bekas di tambang yang meninggalkan kekeringan dan membentuk danau-danau buatan. Debu sudah jadi santapan udara segar yang tak segar lagi. Embun pagi yang biasanya cukup menyirami, tetap tak kuasa menerima kenyataan debu lah yang lebih berkuasa. Petualangan fisik dan mental yang luar biasa. Menjalani aktivitas di tambang yang berat, di lingkungan kerja orang-orang yang ‘keras’.

Hari ini hingga 3 minggu ke depan. Welcome to the jungle, let’s play and enjoy the game..

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *