OneMonthNotice #2 Apa Yang Anda Cari?

OneMonthNotice #2 Apa Yang Anda Cari?

Tak sengaja kemarin siang bertemu dengan rekan sekantor di perusahaan properti dulu. Seperti biasa dan lazim terjadi topik pembicaraan ringan saat makan siang tersebut pasti mengarah pada keadaan kantor yang dulu hingga sekarang. Dan pasti terjadi perbandingan dulu dan sekarang hingga siapa saja yang bakal resign selanjutnya.

Sepertinya topik tentang komposisi pasukan tersebut mengambil porsi yang cukup besar untuk dibicarakan. Saya pun gak menyangka seorang Manager Customer Relation Officer (CRO) akan hengkang sekaligus bersama stafnya. Padahal si Manager tersebut masa kerjanya kurang lebih sama dengan saya dulu, sekitar 3 bulanan. Sedangkan si staf, saya yakin baru 1 bulan lebih saja dia bekerja disana. Karena 2 minggu setelah ia berkantor, saya resign dari kantor tersebut. Yang paling mengejutkan saya adalah seorang Project Manager yang juga hengkang. Karena saat ia tahu saya resign, dialah orang pertama yang mencegahnya. Bahkan ia sempat berseloroh, “Kamu dibayar berapa sich di tempat baru? sehingga baru 3 bulan disini sudah keluar? Kalau mau naik gaji, bilang saja minta dibayar berapa, nanti saya usulkan.”

Tapi memang waktu itu saya tidak tergiur dengan omongan si Project Manager, karena saya yakin ia hanya omong kosong belaka. Walhasil, sekarang terbuktikan bahwa ia yang dulu unjuk gigi sebagai orang yang paling loyal di perusahaan itu, malah sekarang berpaling hanya selisih 1,5 bulan setelah saya keluar lebih dulu. Saya sangat berkeinginan untuk bertemu dengan dia, setelah ia berkantor di tempat barunya. Dan saya akan ganti berseloroh atas kepindahannya tersebut. Bukan dendam, tapi hanya ingin tahu seperti apa reaksinya.

Mencoba menggali lebih jauh tentang alasan mereka bertiga untuk pindah ke perusahaan lain melalui rekan kerja disaat makan siang kemarin, ternyata alasan utamanya adalah karena pola operasional kantor yang tidak tertata dengan baik. Atau mungkin istilahnya job description masing-masing lini tidak jelas. Ya, hal itu pulalah yang saya rasakan saat dulu berada disana. Menurut hemat saya, sistem manajemen kerja yang tertata dengan baik punya andil dan peran besar terhadap ketertarikan dan semangat seseorang untuk bergabung di suatu perusahaan disamping soal salary tentunya.

Namun demikian, sistem manajerial tersebut juga dibuat oleh manusia kan? Kakak saya yang seorang Trainer bidang sumber daya manusia pernah berujar, “Apa yang menjadi harapan dan ekspektasi kita, saat bersamaan bisa saja menjadi ancaman dan hambatan bagi seseorang”. Ada benarnya juga ya? ketika kita mengharap dan berusaha meraih suatu ‘posisi aman’ bisa saja pada saat itu ada orang yang merasa terusik sehingga memungkinkan dirinya berada di posisi yang tak nyaman.

Di akhir tulisan ini, saya tidak dapat menyimpulkan apapun, selain berseloroh “ya itulah dinamika kerja…”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *