One Month Notice #1

One Month Notice #1

source : http://www.moneymint.in

Yup di dunia kerja sudah suatu hal yang umum kita mendengar istilah One Month Notice ~ #OneMonthNotice ~. Apa yang saya tuliskan di posting kali ini adalah sekedar bercerita ketika harus menjalankan aturan #OneMonthNotice itu.

Jika bertanya ke mbah gugel yang maha tahu itu, pasti kita akan dihadapkan dengan salah satu postingan dari hukumonline.com yang berkisah tentang UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan untuk detail posting tersebut silakan cek disini.

Mengapa saya menjalankan aturan #OneMonthNotice tersebut, ibarat kata ‘datang tampak muka, pulang tampak punggung’, saya pun nggak mau seenaknya keluar masuk tempat kerja seperti yang dicontohkan rekan kerja saya terdahulu. FYI, selama kurang lebih 3 bulan saya bekerja di sebuah perusahaan properti ada 5 orang karyawan yang lebih dulu resign dan 4 diantaranya tanpa pamit alias main kabur aja.

Saya mengawali pekerjaan sebagai helpdesk di perusahaan telekomunikasi terkemuka di negeri ini pada akhir 2007. Setahun kemudian oleh atasan, saya dipromosikan menjadi engineer masih di perusahaan yang sama. Disinilah tanpa saya sadari saya begitu menikmati ritme pekerjaan, suasana kantor yang santai, berbagai fasilitas pendukung yang tanpa terasa mengiringi perjalanan saya di perusahaan tersebut selama 4 tahun.

Ya suatu masa yang tak singkat menjalani karir selama 4 tahun tersebut. Hingga suatu saat saya memutuskan untuk mencoba berkarir di bidang yang tak jauh beda, namun di perusahaan lain. Akhirnya di suatu sore sesaat setelah landing di bandara soeta, saya menerima telepon dari Head Office perusahaan properti. Yang sebenarnya saya sudah lupa kapan tepatnya memasukkan aplikasi lamaran pekerjaan disana. Mengingat begitu banyak aplikasi yang saya masukkan melalui sebuah website pencari kerja.

Walhasil jadilah per tanggal 8 april 2012 saya keluar dari perusahaan telekomunikasi dan tanggal 9 april 2012nya saya langsung berkantor di sebuah perusahaan properti. Begitu cepat? yup, tanpa menjalankan One Month Notice tentunya. Padahal kalau kita baca tulisan tentang One Month Notice untuk perusahaan IT sangatlah strict ya. Baca tulisannya disini.

Di perusahaan properti ini karena IT bukan bisnis utamanya, jadilah orang IT dianggap sebagai support saja. Saya ditempatkan sebagai satgas -baca: satu-satunya petugas- yang dianggap bisa menangani semuanya. Mulai dari troubleshooting PC, software, angkat junjung PC kalau ada yang pindah meja, tarik kabel LAN, ngajarin user baru yang nggak bisa ngeprint, sampai ganti cardtridge mesin fotocopy kalau habis. Pokoknya jadilah urusan terkait dengan komputer, saya bisa mengalahkan mbah gugel di kantor ini.

Seperti yang saya tulis di atas, IT dianggap hanya sebagai support saja maka saya pun tak bisa mengeksplorasi kemampuan saya untuk mendukung bisnis perusahaan ini, karena ide untuk mengembangkan IT di perusahaan properti ini dianggap pemborosan saja, tidak menghasilkan uang untuk perusahaan. Ya sudah lah, dalam benak saya jika itu terus dipertahankan, saya kan begini-begini saja.

Tak perlu waktu berpikir lama untuk saya terima sebuah tawaran menempati posisi IT Trainer di perushaan tambang & konstruksi yang menelpon saya untuk mengikuti proses seleksi di perusahaan tersebut. Kali ini pun serupa pada perusahaan properti tersebut, saya memasukkan aplikasi lamaran melalui website pencari kerja.

Seleksi demi seleksi saya ikuti. Dan selama seleksi tersebut saya menjamin tak mengganggu pekerjaan sekarang yang belum saya lepas. Karena seleksinya dilaksanakan pada hari libur. Setelah saya dinyatakan lulus untuk bekerja di perusahaan tambang dan konstruksi itu, saya pun langsung mengajukan surat undur diri dari perusahaan properti.

Nah, saat itu lah prosedur One Month Notice itu bermula. Dengan berbagai dalih mulai kesulitan mencari pengganti yang kooperatif, butuh waktu untuk overhandle hingga tawaran menaikkan salary beberapa persen, yang intinya untuk mengikat saya tetap bertahan di perusahaan itu, si HRD getol melobi. Tapi tetap saja saya tidak bersedia menerima tawaran itu. Selain saya yakin mereka tidak akan menaikkan salary, dalam hemat saya bertahan hanya karena salary bukan pilihan saya, karena saya butuh tidak hanya sekedar salary, tapi pengembangan diri dan karir.

Terhitung mulai 15 Juni 2012 hingga 15 Juli 2012 saya menjalankan prosedur #OneMonthNotice tersebut. Bukan hal yang menyenangkan karena ingin memberikan kesan baik, tapi semakin bertumpuk tuntutan yang harus saya selesaikan sebelum keluar. Ya semestinya saya hanya menyelesaikan sisa pekerjaan yang tertunda saja, namun ini tidak justru pekerjaan-pekerjaan baru kembali dibebankan ke saya. Tapi ya sudahlah, prinsip saya sederhanan jika masih sanggup saya kerjakan, akan saya selesaikan, jika tidak, ya saya tinggalkan dengan beberapa catatan penting untuk si penerus saya.

Singkat cerita per tanggal 16 Juli 2012, saya sudah berada dalam kubikel baru di lingkungan kerja baru pula. Yup, saya menjadi IT Trainer di perusahaan tambang & konstruksi. Hingga minggu kedua saya disini saya masih berkeyakinan bisa mengembangkan ide untuk bergelut di dunia bisnis perusahaan ini. Setidaknya itu yang saya lihat dari beberapa kali meeting dengan Boss disini, dia mau mendengarkan dan membebaskan saya untuk mengeksplorasi kemampuan yang saya miliki untuk dikembangkan. Ya semoga saja penilaian saya itu benar.

 

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *