Menulis Sambil Jalan

Menulis Sambil Jalan

Bukan tak terasa ketika saya mulai membuka tab ini di pojok kanan atas tertulis 11:09. Ya itu waktu Indonesia-Balikpapan, berarti saya sudah berada di wilayah udara Indonesia lebih kurang 1 jam. Namun jika di tarik garis vertikal ke bawah saya berada dimana ya? yang jelas sekarang saya berada di seat 4A penerbangan Lion Air JT-761 yang menggunakan pesawat Boeing 737-900ER menuju Jakarta.

Seperti biasa dalam setiap penerbangan yang saya lalui, lebih dominan saya isi dengan membaca flight magazine atau koran pagi terbitan setempat, namun jika sampai pada titik jenuh untuk membaca, tidur lah jawabannya. Kali ini saya berniat untuk melakukan hal baru, yakni menulis sambil jalan. Menulis sambil jalan? iya benar, menulis kisah di perjalanan maksudnya, hanya untuk memberi kesan lain, saya beri judul seperti itu.

Saya duduk terpaku di seat 4a sambil memainkan dua ibu jari & isi kepala yang berkepenuhan ide & kata-kata yang ingin saya tuliskan, sesekali saya memandang langit cerah di luar sana, namun hanya awan putih yang menyelimuti kabin pesawat ini. Namun seingat saya, sudah 2 kali si pramugari mengingatkan kepada semua penumpang untuk kembali ke tempat duduk & mengenakan sabun pengamanan, karena pesawat terbang dalam kondisi cuaca yang kurang bagus. Terasa sich, pesawat ini sesekali berguncang, namun tak keras.

Hari ini 20 Oktober 2011, setelah terjaga dari tidur sekira jam 04.30 pagi saya sempatkan untuk menyapa buah hati, yang sering saya sapa dengan ‘anak Abah’ Salsabila¬† Luthfianda Fadilah, yang hari ini berusia 2 bulan 18 hari. Bayi mungil yang begitu setia membangunkan jam 04.30 pagi & tentu saja itu selalu saya anggap sebagai peringatan darinya supaya saya sholat shubuh & segera memulai aktifitas. Setelah mengemas ulang isi koper saya putuskan untuk segera mandi & bergegas ke dua ruangan kantor dibilangan Gn.Guntur & Gn. Sari untuk mengambil kartu nama & obat ringan dari dalam laci dua meja kerja yang berbeda, namun dua hal tersebut selalu saya bawa dalam perjalanan.

Perjalanan ini merupakan perjalanan dengan tujuan yang baru dalam hidup saya sekaligus untuk mengasah kemampuan saya dalam hal tulis-menulis, karena tugas utama yang harus saya lakukan di Jakarta nanti adalah mengikuti Diklat ataupun Lokakarya ‘Indonesia Menulis’ besutan Pak Budi Sutedjo yang notabene beliau adalah dosen saya waktu kuliah dulu. Berjuta harapan terhadap hasil dari lokakarya tersebut sempat diutarakan oleh seorang kolega yang merasa pelatihan ini adalah kesempatan emas yang saya peroleh dibandingkan dengan rekan-rekan sejawat lain. Diantara yang sempat terujar darinya adalah sepulang dari lokakarya nanti ilmunya jangan dikantongi sendiri, namun berbagilah dengan mereka. Insya Allah, sudah saya niatkan pula seperti itu.

Mungkin memang sudah diatur sedemikian rupa ketika saya memulai membuka lembar demi lembar flight magazine ‘Lionmagz’ di penerbangan ini, saya disuguhkan pada halaman 14 Lionmag edisi Oktober 2011 sebuah artikel yang berjudul Murid Pertama dari Jemy V. Confido nama penulis yang asing di telinga saya disamping saya tidak pernah bertemu beliau, juga menurut saya dia bukan seorang motivator terkenal namun menulis Wisdom In The Air, merupakan kolom tulisan tema-tema motivasi. Namun yang masih saya ingat adalah ini merupakan tulisan kedua beliau yang pernah saya baca dalam setiap penerbangan dengan airline ini.

Ternyata ini adalah artikel ke 50 karyanya, jika setiap tahun ada 12 edisi, berarti sudah 4 tahun 2 bulan dia begitu rutin menulis untuk Lionmag ini. Lebih dari itu berarti selama itu pula dia memberikan motivasi dan aura positif kepada setiap pembaca di udara ini. Prestasi yang luar biasa. Mengapa demikian? karena dia mengemban tugas yang tidak ringan, termasuk diantaranya menyajikan tulisan yang membuat orang selain termotivasi, juga merasa tidak jenuh di dalam penerbangannya.

Terpaksa segera saya hentikan dulu tulisan ini, karena si pramugrari sudah mengumumkan bahwa beberapa saat lagi kami akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, waktu menunjukkan pukul 12:05 masih waktu Balikpapan, seperti biasa “terdapat perbedaan waktu antara Jakarta & Balikpapan begitu pungkas si pramugari”. Ok, fasten your seatbelt.

Seat 4A, JT 761, Just Landed @ Soekarno Hatta International Airport

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *