Saya Seorang Penulis Yang Produktif ?

GURU, DOSEN & Pemerhati Pendidikan perlu segera lahirkan tulisan yang menyajikan ide, gagasan, ilmu & keterampilan, pengalaman & motivasi belajar, cara jitu dalam mengajar, serta hasil penelitian unggulan. Ribuan bahkan jutaan orang ingin menjadi murid Anda.

Benarkah statemen itu? atau hanya sekedar ‘reklame’ supaya saya yang notabene seorang pengajar tertarik untuk mengikuti Diklat / Lokakarya INDONESIA MENULIS di Jakarta tanggal 21-23 Oktober 2011 yang akan datang?

Tentu saja itu akan terjawab nanti dan bukan pada saat saya menuliskan catatan kecil ini dan bukan pula pada saat saya mengikuti pendidikan dan latihan tersebut. Tapi itu semua akan terjawab nanti setelah saya mengikuti Diklat tersebut. Lha kalau masih belum jelas, kenapa tertarik?

Sebenarnya surat elektronik tentang ajakan untuk mengikuti Diklat tersebut sudah berkali-kali mengisi kotak surat saya, namun entah kenapa saya tidak begitu ambil pusing tentang itu. Walaupun si trainer tersebut ialah Pak BUDI SUTEDJO DHARMA OETOMO, S.KOM., MM yang juga dosen pengampu mata kuliah Pemrograman Client Server sewaktu saya kuliah dulu. Namun, saya berkilah bahwa membaca buku-buku yang tebal saja saya gak begitu suka, paling hanya mengambil point-point penting, apalagi disuruh membuat buku? Tak pernah saya bayangkan sekalipun.

Ketertarikan itu muncul dengan sendirinya ketika saya membuka kembali lembar-lembar hasil penelitian yang telah saya lakukan. Melihat kembali materi-materi Pelatihan Nasional Penulisan Artikel & Karya Ilmiah yang beberapa waktu lalu telah saya ikuti di Surabaya kemudian beberapa diantaranya saya sadur sebagai materi perkuliahan Metode Penulisan Ilmiah di institusi tempat saya mengajar.

Tanpa saya sadari, terbesit pemikiran “lho, mau gak mau, suka gak suka, ternyata saya terjebak di dalam dunia penulisan ya..”. Tanpa disadari tiap hari saya harus membuat tulisan-tulisan tentang materi perkuliahan disusun dalam materi-materi presentasi, tiap hari selalu sempat untuk blog walking dan memberikan komentar terhadap isinya, tiap hari membaca berbagai referensi penunjang pekerjaan dan pembelajaran. Yang mungkin saja kalau itu semua saya kumpulkan bisa menjadi untaian kata yang membentuk kalimat, membentuk paragraf, beberapa halaman, menjadi satu bab, terkumpul rapi bab per bab, walhasil lahirlah sebuah buku.

Disitulah saya mulai bersemangat untuk memberikan respon positif terhadap undangan tersebut, saya mulai hubungi panitia penyelenggara untuk menanyakan detil kegiatan, lalu saya susun sebuah proposal pengajuan dana ke institusi tempat saya mengajar agar berkenan mensponsori biaya pelatihan berikut akomodasi dan lainnya. Gayung bersambut, panitia welcome banget untuk menerima registrasi saya meskipun sudah diambang batas penutupan pendaftaran, lebih dari itu proposal pembiayaan pun disetujui meskipun harus ada ‘penyesuaian tarif’ ini itu. Tak mengapalah saya beranggapan itu hal yang wajar dan gak mungkin juga si sponsor mau membiayai saya 100%, istilah Jawa –kudu melu ragat-.

Tentu saja kini saya dalam masa penantian untuk masuk ke “SUKSES MENJADI PENULIS PRODUKTIF”, yang tentu saja berbeda dengan kelas kuliah Pemrograman Client Server walaupun diawaki oleh nahkoda yang sama. Namun yang menjadi tantangan adalah benarkah saya akan menjadi penulis produktif setelah mengikuti pelatihan tersebut? ataukah saya hanya pembaca yang pasif? Will see ya..

One Reply to “Saya Seorang Penulis Yang Produktif ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *