Paspor? Gimana Ngurusnya?

Image and video hosting by TinyPic Sharing tentang cara ngurus paspor di Balikpapan ya..

Sebaiknya datangnya lebih pagi di Kantor Imigrasi dibilangan jalan Klandasan. Itupun kalau mau ngelengkapin semua berkas hari itu juga sebelum jam 12.00.  Lha koq jam 12.00?? Iya itu karena jam pelayanan untuk masukan berkas permohonan paspor baru hanya dilayani sampai jam 12.00 saja, meskipun jam pelayanan lainnya sampai jam 15.00. Saya juga gak tahu apa definisi dari “pelayanan lainnya” yang siap dilayani sampai jam 15.00

Kalau belum bawa berkas-berkas kelengkapan, sebaiknya gak perlu ambil nomor antrian. Namun langsung saja masuk ke bagian belakang kantor menuju ke kios fotocopy milik Koperasi Pegawai Imigrasi tersebut. Disana akan disambut dengan Mbak si penjaga kios dengan sapaan, mau fotocopy atau ambil berkas? Kalau mau ambil berkas, nanti akan disodorkan satu buah map kuning bertuliskan Koperasi Pegawai Imigrasi, didalamnya sudah komplit berisi secarik kertas berisi syarat2 pengajuan & kelengkapan untuk pengurusan paspor, formulir pengajuan paspor, formulir surat pernyataan belum memiliki paspor, contoh surat ijin dari pimpinan perusahaan, serta sampul plastik tempat paspor –hebat ya, si Koperasi yakin aja kalo pasti disetujuin paspornya, makanya udah dikasih dulu sampul paspornya–. Untuk itu semua kita harus bayar Rp. 22.000,-

Keluar dari kios fotocopy mulailah mengisi formulir & melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan, yakni :

  • Formulir pengajuan paspor ditulis dengan huruf cetak kapital
  • Melampirkan fotocopy KTP
  • Melampirkan fotocopy Kartu Keluarga
  • Melampirkan fotocopy Ijazah atau Akta Kelahiran
  • Melampirakn fotocopy Surat Nikah
  • Melampirkan Surat Permohonan Pengajuan Paspor dari perusahaan tempat berkerja.

Selanjutnya jika lampiran-lampiran itu sudah dilengkapi, barulah mengambil nomor antrian untuk loket 1 : Penyerahan Berkas. Dan jangan lupa, pada saat penyerahan berkas, semua berkas asli harap dibawa untuk ditunjukkan ke petugas loket 1, jangan ada yang kurang karena bakal ditolak sampai dengan bisa menunjukkan berkas aslinya. Cek..cek..cek… kalau udah lengkap, si pengurus paspor disuruh pulang dulu, lalu 2 hari kemudian diminta hadir kembali untuk melakukan foto biometrik & wawancara. Pengalaman saya, hari jumat ambil formulir ke Imigrasi, hari Selasa baru sempat saya kembali untuk menyerahkan & melengkapi berkas-berkas, lalu hari Kamis diminta kembali lagi untuk foto dll.

Jadwal foto dan wawancara saya hari Kamis jam 09.00, saya datang telat sekitar jam 09.20 sengaja nyantai karena masih capek malamnya baru balik dari tour 3 kota domestik Kaltim, saya dapat nomor antrian 11. Kalau sudah sampai di depan pintu Kantor Imigrasi, langsung aja ambil nomor antrian untuk loket 2 : Pembayaran. Setelah mencocokkan nama & beberapa verifikasi sedikit data, selanjutnya akan diminta untuk lebih dahulu melakukan pembayaran sebesar Rp. 255.000 di kasir. Setelah bayar, akan diminta lagi untuk mengambil nomor antrian loket 6 untuk foto & wawancara.

Dapat antrian nomor 24 sementara di dalam ruangan sudah ada nomor 20, ya gak begitu lama lah menunggu. Tiba giliran dipanggil langsung menempatkan diri di depan sebuah kamera digital, action dikit… oke.. udah. Langsung scan 10 sidik jari. Selesai scan tunggu bentar trus kembali mencocokkan data. Ternyata eh ternyata, supaya paspornya bisa dipake untuk umroh sekalian, sebaiknya sertakan nama depan orang tua di belakang nama kita. Untuk si Mbak petugas menawarkan diri untuk menambahkan, ya Oke saja gak masalah. Mudah-mudahan sebelum habis masa berlakunya paspor tersebut, saya diberi keringanan langkah untuk berkunjung ke rumah Allah di Mekkah.. Amiiin..

Selesai foto dan scan sidik jari, selanjutnya menunggu dipanggil wawancara. Tiba giliran diwawancara, kembali ditanyakan lagi kelengkapan-kelengkapan berkas, dengan menunjukkan berkas asli. Wawancara akan ditanya tentang tujuan membuat paspor, negara mana yang akan dikunjungi, sudah pernah membuat paspor sebelumnya, sudah pernah berkunjung ke luar negeri sebelumnya, bekerja dimana, sudah berapa lama. Termasuk yang ditanyakan adalah apakah setuju menambahkan nama orang tua di belakang nama pembuat paspor untuk memudahkan jika akan dipergunakan untuk ibadah Umroh.

Karena tujuan saya membuat paspor untuk kepentingan studi banding di bidang pendidikan, si Mbak petugas menginformasikan jika nanti bermaksud melanjutkan studi di luar negeri, tidak perlu membuat paspor baru, cukup membuat visa studi untuk negara tersebut. Ya doakan saja Mbak saya dapat beasiswa studi lanjut di luar negeri yaa.. Amiin..

Jika semua proses tersebut sudah dijalani, maka akan mendapatkan secarik kertas tanda terima penyerahan SPRI, dan pengurusan paspor ditanyakan selesai. Lha terus mana paspornya? Kapan jadinya? petugas di loket 6 akan menganjurkan si pengurus paspor untuk menanyakan kembali di loket 2.

Bergegaslah saya menanyakan ke loket 2, berharap langsung jadi paspornya. Ternyata harapan itu  bukannya tidak terpenuhi, tapi belum terpenuhi. Karena di loket 2 saya diberikan secarik kertas lagi yang berisi tanda terima pembayaran paspor yang telah saya bayarkan sebesar Rp. 255.000 tadi. Lalu saya tanya kapan jadinya paspor saya? Si petugas menjawab :  ” Silakan kembali hari Rabu ya Mas.. ‘Kemungkinan’ paspornya hari Rabu depan baru jadi dan bisa segera Mas ambil..” hhmm ya baiklah jika demikian… sampai ketemu hari Rabu depan ya.. See you..

 

One Reply to “Paspor? Gimana Ngurusnya?”

  1. wwn

    total biaya yg harus dikeluarkan berapa bro?
    saya berniat ke luar negeri, tapi belum tau kemana negara tujuan.
    apa bisa ngurus paspor? (negara tujuan blm diketahui)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *